Tidak seperti gaya pijat yang lainnya, Thai massage lebih berfokus pada sirkulasi dan tekanan poin, mempromosikan kesehatan internal maupun fleksibilitas otot. Pengobatan sering dimulai dengan kaki dan secara bertahap bergerak ke atas ke arah kepala. Tubuh diatur dengan lembut mengarah pada empat posisi (menghadap ke bawah, wajah-up, sisi, dan posisi duduk), yang memungkinkan Therapist pijat untuk melakukan berbagai latihan yang akan dinyatakan tidak bisa dijalankan.
Kompresi berirama, rolling anggota badan, dan shaking lembut metode pijat ala Thai yang digunakan untuk bersantai dan menghidupkan kembali energi dalam tubuh. Jumlah yang bervariasi dari tekanan diterapkan ke garis energi (atau ‘Sen’) di sepanjang tubuh sesuai dengan prinsip-prinsip Ayurvedic menyeimbangkan energi seseorang. Siku, kaki, lutut, dan lengan yang digunakan untuk mengeksekusi stroke dan manipulasi tertentu, membuat pengalaman fisik yang cukup bagi kedua belah pihak.
Jepang yang mempunyai ciri khas massage halus yang biasa disebut Shiatsu dan Cina dengan prinsip menggosok Tui-Na, Thailand menyajikan Signature Massage teknik yang melibatkan sistem tradisional keyakinan holistik.
Thai massage memiliki pengaruh yang signifikan dari tradisi Ayurvedic kuno India dari praktek medis. Pengobatan Ayurveda, juga merupakan bentuk holistik penyembuhan, memainkan peran integral dalam praktek baik Hindu dan Buddha Theravada. Biksu dan praktisi serupa penyembuhan ditransmisikan teknik Ayurvedic ke Thailand 2.500 tahun yang lalu, sehingga menjadikan fenomena Thai Massage yang indah.








