Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, Kemenangan Dharma Melawan Adharma

0
2499
Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, Kemenangan Dharma Melawan Adharma

Sebagai umat yang beragama HINDU, Khususnya umat HINDU NUSANTARA, setiap 6 bulan atau lebih tepatnya kita menyambut hari Raya Galungan dan Kuningan setiap 210 hari sekali. Jika ditelisik lebih dalam makna dari kata “GALUNGAN” berasal dari Jawa Kuna yang artinya Menang atau Bertarung. Hari raya Galungan pertama kali dirayakan pada hari Purnama Kapat,Budha Kliwon Dungulan, tahun Saka 804 atau tahun 882 Masehi. Dalam Merayakan Hari Raya Galungan ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Umat HINDU, seperti contoh:

  • Mempersiapkan banten

Biasannya ini dilakukan oleh para ibu-ibu atau putri mereka. dimana segala sesuatu keperluan banten, seperti jajan, buah, dll disiapkan untuk persembahan hari Raya Galungan.

  • Memasang Penjor

Memasang Penjor di depan masing – masing pintu masuk rumah pada hari Penampahan Galungan memiliki makna atau arti yang bertujuan untuk mewujudkan rasa bakti dan sebagai ungkapan terima kasih kita atas kemakmuran yang diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi. Sedangkan bambu yang yang melengkung adalah sebuah gambaran dari gunung tertinggi sebagai tempat yang suci, hiasan penjor yang terdiri dari kelapa, buah, jajan, dan kain adalah wakil dari semua tumbuh-tumbuhan dan benda sandang pangan karunia TUHAN.

  • Melaksanakan Byakala

Adalah inti dari perayaan hari Penampahan galungan. BYAKALA adalah upacara yang bertujuan untuk melepaskan kekuatan negatif ( Buta Kala ) dari diri manusia dan lingkungannya.

  • Penyembelihan Hewan

Penyenbelihan hewan yang dilakukan kaum laki-laki pada hari Penampahan Galungan memiliki makna atau simbolis bahwa atau agar kita bisa menghilangkan sifat-sifat KEBINATANGAN dalam diri masing-masing.

Hari Raya Galungan disini umat akan melakukan persembhayangan di Pura dan sanggah masing-masing. pada hari raya inilah kesempatan bagi para anggota keluarga untuk berkumpul bersama  melakukan persembahyangan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi wasa. Keesokan harinya adalah hari manis Galungan, dimana biasanya digunakan untuk saling mnegunjungi sanak keluarga yang lainnya sebagai ajang silahturahmi. Merayakan hari Raya Galungan tentunya agar terciptanya pikiran yang suci, untuk bisa menjadi orang yang lebih baik kedepannya, untuk menjadi orang yang JAYABAYA ( menang dalam menghadapi semua halangan dan marabahaya ). agar kita selalu diingatkan di hari Raya Galungan untuk menggali atau mengenali diri sendiri lebih dalama, mengingatkan kita untul selalu mencari pengetahuan suci untuk mengenal diri sejati kita. Sehingga dengan mengenali sang diri yang sejati, maka disetiap hari-hari yang kita lalui, kita akan selalu bisa melawan godaan-godaan buruk yang berasal dari dalam diri maupun luar.

MOKSATHAM JA GADHITA YA CAI THI DHARMA….. adalah tujuan dari semua hidup manusia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here