Menyambut Hari Raya Nyepi di Bali Selasa 28 Maret, 2017

0
720
Menyambut Hari Raya Nyepi di Bali Selasa 28 Maret, 2017

“JAEN HIDUP DI BALI” sebagian dari kita pasti pernah mendengar kalimat tersebut. Tidak dipungkiri lagi sebagai orang Bali/ orang Beragama Hindu, saya sangat bangga bisa lahir dan hidup menjadi warga Bali :). Bali memang adalah sebuah pulau yang sangat istimewa. Bisa dikatakan seperti itu karena saya merasakan sendiri besarnya berkah, anugrah yang diberikan Tuhan kepada Pulau Bali tercinta kita.

Dimana ada kedamaian itulah Bali, dimana ada keindahan itulah Bali, dimana ada senyum, keramahan, adat, tradisi dan budaya, itulah Bali. Dalam keadaan dunia yang berubah seperti apapan, Bali selalu menjadi dirinya sendiri, Bali selalu mendapat perlindungan dari Tuhan.

Dengan adat tradisi dan budaya yang melimpah yang dimilki oleh Bali, membuat siapapun tak kan mampu berpaling dari Bali. Salah satu tradisi dari Bali yang akan segera kita jelang adalah ” HARI RAYA NYEPI” yang jatuh setiap tahun sekali dan tahun ini jatuh pada hari SELASA 28 MARET 2017. NYEPI  adalah salah satu tradisi yang sangat istimewa di Bali dan tidak dimiliki oleh negara manapun.

HARI RAYA NYEPI  adalah sebuah perayaan umat Hindu yang adalah hari keheningan, menjalani puasa dan melakukan Catur Beratha Penyepian, melakukan Tapa Beratha Semadi memusatkan pikiran dengan jalan meditasi. Tidak hanya bertujuan untuk melatih pengendalian diri sendiri tetapi juga digunakan sebagai ajang intropeksi diri dan berdoa untuk keselamatan dan keajegan Bali itu sendiri.  Pada hari “PENGRUPUKAN” MASYARAKAT Bali menggelar parade OGOH-OGOH. Ogoh – ogoh ini akan diarak keliling jalan raya. Hal ini bertujuan untuk melemahkan atau mengalahkan sifat-sifat “KALA” yang ada dalam diri setiap manusia.

Hari Nyepi juga diperingati sebagai Hari Tahun Baru bagi umat Bali. Berbagai macam festival atau upacara akan dilaksanakan untuk memperingati dan menyambut Tahun Baru, seperti para  pemuda Bali di Sesetan, banjar Kaje, setiap tahun pada Manis Nyepi akan dilakukan upacara Omed-Omedan atau ‘The Kissing Ritual’ untuk merayakan tahun baru. Hal ini dipakai untuk bergembira dan membuat semakin terciptanya kerukunan antar sesama.

SELAMAT MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI / Tahun Baru Saka 1939/ Anggara paing Sungsang.

Semoga mampu memberikan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat dan pulau Bali.

OM SHANTI, SHANTI, SHANTI, OM !

OM SWASTIASTU

As the original Balinese people, I am very pleased to welcome the arrival of Nyepi which falls on Tuesday 28 March 2017. Nyepi is a Balinese “Day of Silence” that is commemorated every Isakawarsa (Saka new year) according to the Balinese calendar. It is a Hindu celebration mainly celebrated in Bali, Indonesia. Nyepi, a public holiday in Indonesia, is a day of silence, fasting and meditation for the Balinese. The day following Nyepi is also celebrated as New Year’s Day. On this day, the youth of Bali practice the ceremony of Omed-omedan or ‘The Kissing Ritual’ to celebrate the new year. The same day celebrated in India as ugadi.

Observed from 6 a.m. until 6 a.m. the next morning, Nyepi is a day reserved for self-reflection, and as such, anything that might interfere with that purpose is restricted. The main restrictions are no lighting fires (and lights must be kept low); no working; no entertainment or pleasure; no traveling; and, for some, no talking or eating at all. The effect of these prohibitions is that Bali’s usually bustling streets and roads are empty, there is little or no noise from TVs and radios, and few signs of activity are seen even inside homes. The only people to be seen outdoors are the Pecalang, traditional security men who patrol the streets to ensure the prohibitions are being followed.
Although Nyepi is primarily a Hindu holiday, non-Hindu residents and tourists are not exempt from the restrictions. Although they are free to do as they wish inside their hotels, no one is allowed onto the beaches or streets, and the only airport in Bali remains closed for the entire day. The only exceptions granted are for emergency vehicles responding to life-threatening conditions and women about to give birth.

On the day after Nyepi, known as Ngembak Geni, social activity picks up again quickly, as families and friends gather to ask forgiveness from one another, and to perform certain religious rituals together.

OM SHANTI, SHANTI, SHANTI OM !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here