Provinsi Bali saat ini kewalahan memenuhi permintaan tenaga Spa Therapist untuk bekerja di beberapa hotel berbintang di luar negeri yang berasal dari 54 negara. Mereka meminta sekitar 4 ribu orang Spa Therapist tiap tahunnya.
Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Denpasar I Wayan Pageh, Selasa, mengatakan tingginya minat negara-negara itu mempekerjakan Spa Therapist dari Bali karena selain handal, juga produk Spa khas Pulau Dewata itu cukup diminati.
“Permintaan Spa Therapist dari Bali sangat tinggi dan belum mampu dipenuhi. Tenaga asal Bali itu dinilai memiliki keunggulan kompetensi dan kejujuran serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan,” katanya.
Data BP3TKI Denpasar menyebutkan hingga Juli 2012 ada 6.910 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bali yang bekerja menjadi Spa Therapist . Jumlah itu meningkat dari tahun 2011 yang mencapai 1.697 orang. Menurut dia, spa Bali dengan keunggulan teknik tertentu yang dikaitkan dengan yoga, saat ini banyak dilirik negara asing.
Pihaknya telah menginformasikan kesempatan menjadi Spa Therapist itu kepada 19 BP3TKI di seluruh Indonesia agar bisa menekuni profesi menjadi Spa Therapist, namun sebelumnya mendapatkan pelatihan dasar selama tiga bulan.
Sebagian besar TKI Spa Therapist itu bekerja di hotel berbintang empat dan lima di 54 negara di dunia di antaranya Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, negara-negara di Afrika hingga Kepulauan Karibia, Amerika Selatan.
Terkait gaji, ia mengatakan gaji terapis spa asal Bali lebih tinggi dibanding para pekerja dari negera-negara Asia Tenggara, yakni sekitar 1.000 dolar AS per bulan. “Tidak hanya menjadi Spa Therapist, TKI khusus Spa itu pun kini telah banyak yang merambah level lebih tinggi seperti menjadi Instruktur Spa, Spa Supervisor, bahkan Manajer Spa,” katanya.








